Untuk menjamin kualitas dan kekhasan kopi luwak tetap terjada, PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) sejak tahun 2006 menangkarkan luwak sebagai jaminan bahwa kopi luwak yang dikutip adalah kopi luwak yang masih fresh dan terkontrol proses produksinya. Berbeda dengan di alam, lamanya kotoran luwak di tanah sampai dengan proses pengumpulan tak terkontrol sehingga resiko berjamur lebih tinggi yang menyebabkan taste jelek antara lain earthy, moudly dan sting coffee.

KOPI LUWAK JAVA COFFEE
PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII (PERSERO)
Berawal dari uji coba di Kebun Kayumas, yang berada di kawasan kawah Ijen, Bondowoso, Jawa Timur; proses penangkaran berhasil dilakukan setelah melalui serangkaian kegagalan dalam system pemeliharaan dan pengembangbiakan hewan yang dianggap sebagai hama oleh pada petani di sekitar kebun
www.ptpn12.com
www.agro-ptpn12.com
Luwak yang berasal dari lingkungan di sekitar kebun dipelihara dengan membuat lingkungan tinggal sealami mungkin. Pola pemberian asupan makan juga dijaga untuk menjamin kesehatan luwak yang dipelihara karena tidak setiap saat luwak diberi makan kopi. Di luar musim kopi, luwak diberi makan buah-buahan seperti pisang atau pepaya diselingi makanan instan untuk binatang dan daging. Asupan itu pun dilengkapi dengan pemberian susu.
Pada musim panen kopi, setiap sore luwak diberi makan 1-3 kg buah kopi merah (coffee cherries) dan keesokan paginya, dikutip kopi luwak segar dengan jumlah berbeda-tergantung dari individu luwak.
Untuk menjamin kelestarian dan keseimbangan ekosistem, PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero) berhasil melakukan penangkaran luwak dengan didampingi oleh tenaga profesional pada bidang konservasi dan perawatan hewan sehingga penangkaran luwak telah berhasil dilakukan pada kebun-kebun Kopi Arabika dan Robusta di lingkungan PT. Perkebunan Nusantara XII (Persero).
Pemeliharaan

 

 

 

 

Home
Pemeliharaan Kopi Luwak
Pengolahan Kopi Luwak
Foto Kopi Luwak
Cafe Rollas
Contact us